THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Jumat, 28 November 2008

Fitrah Dokter: Pelayan kesehatan bukan sekedar mata pencaharian

Dokter?Sebagian besar orang tidak memungkiri dokter merupakan salah satu profesi favorit, khususnya di Indonesia. banyak orang tua yang mengidam-idamkan anaknya bisa masuk fakultas kedokteran, bahkan banyak juga yang rela mengorbankan beratus-ratus juta uang untuk dapat melihat anaknya menjadi dokter di kemudian hari. Namun, adakah yang menyadari bahwa sebenarnya seorang dokter memiliki tanggung jawab yang besar yang harus ia pertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat. menjadi seorang dokter bukanlah masalah prestige tetapi masalah mampukah kita menjadi dokter sebenar-benar dokter kelak???Jika kembali pada fitrah, dokter adalah pelayan kesehatan yang harus mampu mempertahankan kualitas kehidupan masyarakat, bukanlah sekedar mata pencaharian semata. Bayangkan apabila semua dokter menganggap profesinya adalah matapencaharian semata, maka mereka hanya akan memerdulikan kesehatan individu yang menjadi pasiennya, padahal jika suatu penyakit mewabah, maka akan banyak orang sakit termasuk orang yang tidak mampu pergi ke dokter karena alasan biaya, maukah dokter tersebut menanganinya???Mampukah mereka memberantas penyakit sampai ke akar-akarnya tanpa takut pasien berkurang???Karena pada kenyataannya, kualitas kesehatan meningkat, orang sakit berkurang, pasien berkurang, artinya dokter kekurangan sumber mata pencaharian mereka, input uang pun berkurang....
Namun, teman-teman sejawat calon dokter yang baik.....sekarang marilah kita bertekad untuk menjadi dokter sesuai fitrah, yang mau mengabdi pada masyarakat dan berusaha meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kolega sekalian yang masuk kedokteran dengan usaha keras,,,,kitalah harapan masyarakat kelak,,jadi goncangan dan hambatan sebesar apapun yang kita dapatkan pada masa kuliah yang berat ini, marilah kita terus bersemangat,,,terus belajar,, karena dokter bukan hanya profesi favorit, tapi profesi yang saat ini dibutuhkan masyarakat, dan bangsa ini. semangat....

Selasa, 25 November 2008

Pengaruh Xanthone pada Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dalam patofisiologi aterosklerosis dan Penurunan Tingkat Resiko Stroke Iskemik

Stroke merupakan pembunuh nomor tiga setelah penyakit infeksi dan jantung koroner di Indonesia. Sekitar 28,5 persen penderita penyakit stroke di Indonesia meninggal dunia, sedangkan di Eropa, stroke merupakan penyakit berbahaya kedua setelah penyakit jantung koroner. Di Amerika Serikat setiap tahun ada sekitar 500.000 orang terkena stroke, dan 150.000 orang mati akibat stroke. Sebagian besar (85%) karena stroke iskemik dan sisanya karena stroke perdarahan. Lumbantobing (2002) berpendapat bahwa banyak masyarakat awam yang tidak menyadari bahwa stroke sangat berbahaya karena informasi ini sering tidak didapat oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke terdiri dari dua macam, yaitu stroke iskemik dan hemorragik. Salah satu penyebab stroke iskemik adalah aterosklerosis yang merupakan penyakit, ditandai dengan adanya penebalan dan hilangnya elastisitas arteri (Japardi, 2002:1; Junaidi, 2004; Joesoef, 2007:1).
Inflamasi sistemik berperan pada kejadian aterosklerosis. Inflamasi atau peradangan ini, pada kondisi normal sebenarnya proses pertahanan tubuh karena proses biokimia inflamasi ditujukan untuk melawan invasi bakteri dari luar, zat-zat yang negatif bagi sel-sel, jaringan sel, serta organ-organ, ataupun apabila terjadi luka. Dalam hubungan ini, jenis sel seperti leukosit dan neutrofil berperan memusnahkan invasor. Namun, dalam beberapa proses seperti pada kejadian aterosklerosis, inflamasi merupakan salah satu faktor penyebabnya. Inflamasi menyebabkan penimbunan lipid yang ditambah poliferasi sel, dapat menjadi sangat besar sehingga plak tampak menonjol di dalam lumen arteri. Oleh karena itu, diharapkan penekanan proses inflamasi, antilipid, dan antiproliferasi dapat dijadikan target pencegah terjadinya aterosklerosis yang potensi dapat menyebabkan stroke iskemik (Guyton dan Hall, 2007:891; Tan, 2008; Gaharu dan Prasadja, 2008).
Sementara itu, manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah unggulan Indonesia yang memiliki peluang ekspor cukup menjanjikan. Dari tahun ke tahun permintaan manggis meningkat seiring dengan kebutuhan konsumen. Pada tahun 1999 volume ekspor 4.743.493 kg dengan nilai ekspor 3.887.816 US$ dan tahun 2000 volume ekspor mencapai 7.182.098 kg dengan nilai ekspor 5.885.038 US$. Buah manggis ini banyak tumbuh di Sumatera Barat. Dari hasil penelitian, buah asli Asia Tenggara ini dapat menghasilkan xanthone sebagai antiinflamasi, menurunkan kolesterol LDL dan antiproliferasi. Oleh karena itu, pemanfaatan kulit manggis yang mengandung xanthone dan derivatnya dapat memiliki peranan dalam proses aterosklerosis yang berpotensi menyebabkan stroke iskemik. (Tan, 2008; Hestianingsih, 2007; LP2M, 2004:1). (dalam tahap perbaikan)

Anodontia

Dentistry atau ilmu kedokteran gigi mencatat berbagai macam penyakit atau gangguan-gangguan pada gigi yang tidak dapat diremehkan karena penyakit tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya, baik dalam berpenampilan maupun pada kondisi kesehatan. Salah satu gangguan pada gigi adalah anodontia.
Anodontia atau dalam istilah kedokteran gigi disebut anodontia vera adalah gangguan pertumbuhan gigi yang disebabkan oleh jumlah gigi yang kurang dari normal, yang menurut tim ADA (American Dental Assosiation), dalam keadaan normal jumlah gigi dasar/susu adalah 20 dan gigi permanent sebanyak 32. Anodontia termasuk dalam kriteria gangguan maloklusi yaitu susunan gigi yang tidak beraturan dan hubungan gigi antara rahang atas dan bawah tidak ideal. Anodontia vera termasuk penyakit genetik yang jarang terjadi tetapi selalu ada kemungkinan penyakit ini dapat terjangkit. Anodontia terdiri dari 2 macam, hypodontia yaitu penderita yang kekurangan 1 sampai 6 gigi dari jumlah gigi yang normal dan oligodontia yaitu suatu keadaan dimana penderita kekurangan lebih dari 6 gigi dari jumlah normal. Keadaan ini mungkin bisa terjadi pada gigi dasar/susu dan gigi permanent, akan tetapi sebagian besar kasus terjadi pada gigi permanent.
Penyebab anodontia, baik total maupun parsial, adalah berhubungan dengan faktor genetika, faktor lingkungan, Sotos Syndrome, Goltz Gorlin Syndrome, dan lain-lain. Pada umumnya, penderita anodontia memiliki ciri-ciri mempunyai rambut yang tipis, bahkan hampir tidak mempunyai rambut dan rahang tidak berkembang selayaknya orang normal. Sedangkan menurut Drg Dhani Gustiana, beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang lahir dalam keadaan mengalami kelainan struktur geligi yang cacat dan kelainan jumlah gigi dari jumlah normalnya termasuk didalamnya anodontia, dapat menyebabkan semakin lama struktur wajah anak tersebut terlihat lebih tua daripada umurnya, hal ini dikarenakan pada anak yang sehat pengunyahan yang baik akan merangsang otot-otot wajah berkembang dengan maksimal. Selain itu, penguyahan yang baik dan aktif pada anak akan mensuplai oksigen yang lebih banyak pada otak dan hasilnya anak akan lebih pintar dan mudah berkonsentrasi. Sedangkan pada penderita anodontia dengan jumlah gigi yang kurang daripada jumlah normalnya sistem pengunyahan tidak akan bekerja selayaknya seseorang dengan kondisi gigi yang normal.

PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP TIMBULNYA BULIMIA NERVOSA DAN DAMPAKNYA PADA KEHIDUPAN PENDERITA

PENDAHULUAN
Gangguan pola makan atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai eating disorder sudah merupakan hal yang tidak asing lagi terjadi dalam kehidupan. Mulai dari kelompok selebriti sampai orang biasa. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan pola makan apabila ia terobsesi dengan pengaturan makanan dan berat badannya. Mereka melakukan hal-hal yang ekstrem untuk menjaga berat badannya. Salah satu penyakit gangguan pola makan adalah bulimia nervosa (www.gizi.net), yaitu episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya) (www.medicastore.com).
Walaupun belum diketahui secara pasti, ada berbagai teori yang menjelaskan penyebab bulimia nervosa. Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena remaja perempuan merasa sangat tertekan dengan “kewajiban” untuk tampil langsing seperti yang menjadi trend dalam televisi dan majalah sebagai perwujudan dari sosok wanita sempurna. Teori yang menunjuk adanya gangguan pada sebagian fungsi otak yang berkaitan dengan body image (www.gizi.net).
Oleh karena itu, kehidupan sosial yang meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, gaya pergaulan, serta segala hal yang terjadi dalam proses interaksi seseorang dalam kehidupan sosial menjadi penyebab munculnya obsesi seseorang untuk menjadi sosok yang sempurna dengan bentuk tubuh yang indah, obsesi inilah yang akan menyebabkan terjadinya bulimia nervosa.

Kamis, 14 Agustus 2008

at my faculty

tidak bisa Qpungkiri diterima SNMPTN sebagai mahasiswa kedokteran Unibraw adalah anugerah besar dalam hidupQ....tapi tak bisa kupungkiri juga bahwa rintangan besar telah menghadang langkahQ,,,yang pertama gunjingan orang yang pesimis orang tuaQ yang hanya seorang guru SD dapat membiayai kuliah....kemudian pendapat orang tentang universitas Unair yang lebih bagus dari UB...awalnya aQ terpengaruh...tapi pada awal orang tuaQ tersenyum padaQ dan berkata "teruslah berjuang Nak" dan debaran jantungQ saat aQ memandang kemegahan kampus....keyakinan itu muncul..."Aku bisa sukses disini"....sekarang aQ berani membantah pendapat ,,,karena mendengarkan pendapat mereka adalah suatu tanda bahwa aQ tidak mensyukuri nikmat Allah.....dan aQ akan terus barjuang menjadi dokter yang beriman dan mau berbagi...

Kamis, 08 Mei 2008

with my friend














the big family of XII IPA E....kumpulan anak dengan berbagai potensi dan karakter yang bergabung berjuang bersama,,,,keep struggle prend!