PENDAHULUAN
Gangguan pola makan atau yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai eating disorder sudah merupakan hal yang tidak asing lagi terjadi dalam kehidupan. Mulai dari kelompok selebriti sampai orang biasa. Seseorang dapat dikatakan mengalami gangguan pola makan apabila ia terobsesi dengan pengaturan makanan dan berat badannya. Mereka melakukan hal-hal yang ekstrem untuk menjaga berat badannya. Salah satu penyakit gangguan pola makan adalah bulimia nervosa (www.gizi.net), yaitu episode berulang dari binge (makan dalam jumlah yang banyak), yang diikuti dengan memuntahkannya (baik dirangsang oleh penderita sendiri maupun dengan obat pencahar, diuretik (peluruh kemih) atau keduanya) (www.medicastore.com).
Walaupun belum diketahui secara pasti, ada berbagai teori yang menjelaskan penyebab bulimia nervosa. Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena remaja perempuan merasa sangat tertekan dengan “kewajiban” untuk tampil langsing seperti yang menjadi trend dalam televisi dan majalah sebagai perwujudan dari sosok wanita sempurna. Teori yang menunjuk adanya gangguan pada sebagian fungsi otak yang berkaitan dengan body image (www.gizi.net).
Oleh karena itu, kehidupan sosial yang meliputi pengaruh lingkungan pergaulan, gaya pergaulan, serta segala hal yang terjadi dalam proses interaksi seseorang dalam kehidupan sosial menjadi penyebab munculnya obsesi seseorang untuk menjadi sosok yang sempurna dengan bentuk tubuh yang indah, obsesi inilah yang akan menyebabkan terjadinya bulimia nervosa.
Selasa, 25 November 2008
PENGARUH GAYA HIDUP TERHADAP TIMBULNYA BULIMIA NERVOSA DAN DAMPAKNYA PADA KEHIDUPAN PENDERITA
Diposting oleh ima_sweety di 09.16
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar